“ Tuhan andai saja waktu bisa ku putar, tak akan mungkin aku dengan tega menggores sembilu pada hati Bundaku”. Bunda, aku mungkin bukan anak yang bisa membahagiakan dan membanggakanmu. Bahkan lihatlah hingga saat ini, akupun belum bisa membalas semua budimu yang menjagaku, menimangku, memberiku susu terbaik di dunia, yang bingung ketika aku sakit, menangis kebingungan ketika aku terluka, saat tanganmu selalu siap menopangku ketika aku butuh bantuan, mengganti popokku sewaktu bayi, selalu ada saat aku mulai menyerah dan jatuh, rela tidak tidur demi menjagaku atau bahkan rela tidak makan ketika melihat aku belum makan. Bunda engkaulah satu-satunya orang yang dengan rela dan tulus selalu menyebut namaku dalam tia-tiap baris doamu, meminta pada sang Illahi dengan harapan aku menjadi anakmu yang sholehah, berbakti kepada orang tua, bisa menaikkan derajat keluarga kita, anak yang selalu berprestasi dan aku yakin masih banyak harapan yang terselip disana. Tapi Bunda, apakah aku sekaran...
-Pribadi Biasa yang Ingin Menjadi Luar Biasa-