Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Untukmu yang Tercinta (Edisi Pertama)

“ Tuhan andai saja waktu bisa ku putar, tak akan mungkin aku dengan tega menggores sembilu pada hati Bundaku”. Bunda, aku mungkin bukan anak yang bisa membahagiakan dan membanggakanmu. Bahkan lihatlah hingga saat ini, akupun belum bisa membalas semua budimu yang menjagaku, menimangku, memberiku susu terbaik di dunia, yang bingung ketika aku sakit, menangis kebingungan ketika aku terluka, saat tanganmu selalu siap menopangku ketika aku butuh bantuan, mengganti popokku sewaktu bayi, selalu ada saat aku mulai menyerah dan jatuh, rela tidak tidur demi menjagaku atau bahkan rela tidak makan ketika melihat aku belum makan. Bunda engkaulah satu-satunya orang yang dengan rela dan tulus selalu menyebut namaku dalam tia-tiap baris doamu, meminta pada sang Illahi dengan harapan aku menjadi anakmu yang sholehah, berbakti kepada orang tua, bisa menaikkan derajat keluarga kita, anak yang selalu berprestasi dan aku yakin masih banyak harapan yang terselip disana. Tapi Bunda, apakah aku sekaran...

DI BALIK NIKMATNYA SANG ROKOK

               Apa yang terbesit di dalam fikiran anda ketika berbicara tentang kata “Rokok” ? Asapnya yang menyesakkan dada, bahaya gangguan kesehatan yang mengancamnya atau menimbulkan korban perokok pasif ? iya, jawaban anda benar.  Bicara soal rokok, yuk simak lebih lanjut mengenai benda yang cukup familiar di telinga kita ini             Sebenarnya tidak sedikit dari mereka yang tahu bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Namun banyak pula yang mengabaikannya. Padahal pada bungkus rokok dapat kita baca dengan mudah kalimat tentang bahaya merokok “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAH DAN JANIN”. Namun anehnya masih banyak dari saudara-saudara kita yang merokok tidak merasa bahwa perbuatannya merugikan diri sendiri dan orang lain dengan adanya ancaman-ancaman di dalan bungkus rokok yang mereka pegang. Padahal rokok mengandung...

Dan ku tunggu kau di dermagaku :)

         Dan entah kenapa semakin aku membenci dia semakin pula rasa cinta itu kian merasuk di dalam kalbuku. Bagai candu, iya aku semakin ketagihan. Akupun serasa tak bisa lepas dari bayangan yang kian menjerat. Pernah ku coba belajar menghapus semua rasa itu untuknya, namun percuma, dia terlalu mengakar dengan hebatnya di pohon hatiku. Andaikan semuanya semudah aku menulis catatan, dan kemudian ku hapus begitu saja sehingga tak menimbulkan luka, mungkin aku kini sudah bebas dari bayangan yang bersemayam jauh di dalam palung hatiku. Namun semua itu mustahil, ini bagaikan sembilu. Terlalu menyayat, sakit dan berbekas. Oh Tuhan, rasa apa yang telah Kau kirimkan ke aku untuknya. Akankah selamanya rasa ini tak bisa di dispensasi olehMu ? Pernah juga aku mecoba menerapkan prinsip, bahwa aku tak akan mau lagi mencium aroma kehidupannya lagi. Namun, lagi-lagi aku terlalu munafik. Semua laksana bius, melemahkanku dan membuatku gila.         ...